USK Turunkan Limbah Makanan per Kapita hingga 95%, Wujud Nyata Dukungan terhadap SDGs 2
By USER-1234, Published on 20 Oktober 2024
Banda
Aceh, 2024 – Universitas Syiah Kuala (USK) kembali menunjukkan komitmennya
dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) nomor 2: Zero Hunger
melalui program pengelolaan limbah makanan yang dikoordinasikan oleh
Greenmetric USK bekerja sama dengan Bank Sampah USK (BSU).
Berdasarkan
hasil pemantauan tahun 2023–2024, total limbah makanan kampus meningkat dari
2,39 menjadi 3,69 metrik ton, seiring dengan pertumbuhan populasi kampus dari
37.899 menjadi 41.635 orang, atau naik sekitar 9,9%. Meski demikian, hasil
analisis menunjukkan capaian signifikan: limbah makanan per orang per hari
turun dari 0,63 kg pada 2024 menjadi hanya 0,03 kg pada 2025, setara dengan
penurunan sebesar 95,2%
Penurunan
tajam ini mencerminkan keberhasilan program edukasi konsumsi bijak serta sistem
pengelolaan limbah yang terintegrasi di lingkungan kampus. Melalui Bank Sampah
USK (BSU), limbah makanan diolah menjadi pupuk organik yang dikelola oleh
Fakultas Pertanian USK dan dimanfaatkan kembali untuk mendukung kegiatan
pertanian kampus serta penghijauan lingkungan universitas.
Melalui
kampanye “Ambil Secukupnya”, serta penerapan berbagai kebijakan dan inovasi
pendukung untuk menekan sampah makanan di tingkat individu yang meliputi
penerapan kebijakan Zero Food Waste Policy, pengabdian bertema food
waste management, serta aktif mempromosikan prinsip Bring Your Own
Container (BYOC) dan kolaborasi dengan mitra eksternal untuk mendaur ulang
limbah organik menjadi pupuk dan pakan ternak. Langkah-langkah ini menunjukkan
bahwa pengurangan sampah makanan bukan hanya kampanye sesaat, melainkan bagian
dari transformasi budaya hijau yang berkelanjutan di lingkungan kampus.
Selain
itu, USK telah menerapkan sistem pemilahan sampah yang terorganisir dengan
tempat sampah yang tersebar merata di seluruh area kampus. Setiap titik
pengumpulan telah dipisahkan berdasarkan jenis limbah — organik, anorganik, dan
residu — untuk mendukung proses daur ulang dan pengolahan lanjutan yang lebih
efisien.
Rektor
USK, Prof. Marwan menyebutkan bahwa data ini menjadi bukti nyata kontribusi
universitas terhadap target SDGs 2, terutama dalam mendorong ketahanan pangan,
pengurangan limbah makanan, dan optimalisasi sumber daya lokal. “Kami ingin
menjadikan USK sebagai contoh kampus berkelanjutan yang tidak hanya mengelola
sampah, tetapi juga mengubahnya menjadi nilai tambah bagi lingkungan dan
masyarakat, kita secara rutin menyisipkan pesan “Makan Bijak, Buang Seperlunya”
yang menjadi bagian dari budaya kampus hijau.” ujarnya.
Melalui
semangat kolaborasi, Universitas Syiah Kuala berkomitmen terus memperkuat
praktik ramah lingkungan yang berorientasi pada kesejahteraan dan keberlanjutan
pangan di masa depan.